RPJMDES

by admin

write my essay

  • Kebijakan Pembangunan

Pembangunan di Desa Tunggul harus berjalan secara terus menerus serta berkesinambungan serta melibatkan seluruh potensi serta sumber daya yang dimiliki oleh desa. Pelaksanaan pembangunan agar terarah serta tepat sasaran sesuai dengans kondisi desa serta kebutuhan prioritas masyarakat, maka perlu adanya susunan perencanaan strategi dalam rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di desa. Untuk membuat kebijakan strategi perlu adanya analisa lingkungan di Desa Tunggul yang akan dijadikan pertimbangan-pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Analisa lingkungan sebagai berikut :

  1. Analisa Lingkungan Eksternal

Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar Desa Tunggul yang sebagian besar tidak dapat dikendalikan jika terdapat antisipasi-antisipasi yang perlu disiapkan. Analisa lingkungan eksternal yang mempengaruhi kebijakan strategi di Desa Tunggul adalah :

  • Tingginya pertumbuhan penduduk Kabupaten Lamongan yang tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya yang memadai serta kurang tersedianya lapangan kerja bagi pendudu usia produktif
  • Terbatasnya kemampuan APBD Kabupaten Lamongan dalam mendanai pembanguanan di wilayah Kabupaten Lamongan
  • Adanya Proyek Pusat yang terkadang kurang tepat sasaran sehingga dengan besarnya dana tidak besar manfaatnya .
  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lamongan yang harus dijadikan landasan dalam perncanaan pembangunan harus sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Lamongan
  1. Analisa Lingkungan Internal

Analisa Lingkungan Internal adalah semua unsur yang ada di dalam Desa Tunggul yang sangat menentukan dalm proses pembuatan kebijakan strategis desa. Lingkungan internal merupakan kondisi riil Desa Tunggul dari sisi kekuatan atau potensi yang dimiliki serta kelemahan atau hal-hal yang menjadi hambatan dalam prose pembuatan kebijakan strategis di Desa Tunggul. Adapun analisa kondisi lingkungan internal Desa Tunggul sebagai berikut :

  • Belum maksimalnya peran pemerintah desa dalam memberikan pelayanan pada masyarakat yang dsebabkan masih belum dijalankan fungsi serta tugas masing-masing perangkat desa.
  • Desa Tunggul terdiri dari 2 dusun
  • Keterbatasan APBDes dalam membiayai setiap program pembangunan di desa yang akhirnya menyebabkan ketergantungan kepada bantuan APBD Kabupaten Lamongan
  • Mayoritas pekerjaan warga Desa Tunggul adalah petani, pedagang yang sangat menggantungkan air hujan, sungai, sumur serta permodalan dagang
    • Arah Kebijakan Pembangunan Desa

Kebijakan dibidang keuangan desa meliputi dua aspek penting yaitu kebijakan dibidang penerimaan atau pendpatan desa dan kebijakan dibidang pembelanjaan keuangan desa.

  1. Pendapatan Keuangan Desa

Dalam era otonomi daerah sekarang ini, desa diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Tujuannya antara lain adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat, memudahkan masyarakat untuk memantau atau mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja desa serta mendorong timbulnya inovasi dan kreatifitas.

Sejalan dengan kewenangan tersebut, pemerintah desa diharapkan lebih mampu mengendalikan sumber-sumber keuangan. Tuntutan peningkatan PADes semakin besar seiring dengan semakin banyaknya kewenangan pemerintah daerah kewenangan pemerintah daerah dilimpahkan pada desa. Sementara itu dana perimbangan yang merupakan pendukung pelaksanaan otonomi desa, jumlah relatif kurang memadai sehingga desa harus kreatif dalam meningkatkan PADes-nya untuk meningkatkan akuntibiltas dan keleluasan dalam pembelajaran APBDes. Sumber-sumber penerimaan desa yang potensial harus digali secara maksimal, namun tentu saja harus didalam koridor perundang-undangan yang berlaku.

  1. Belanja

Arah dan kebijakan umum belanja pembangunan memuat komponen pelayanan publik dan tingkat pencapaian yang dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Komponen dan kinerja pelayanan yang diharapkan disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan desa, termasuk kinerja pelayanan yang telah dicapai dalam satu tahun anggaran.

Adapun kebiajakan umum belanja pemerintah Desa Tunggul diarahkan pada:

  • Melanjutkan kegiatan selanjutnya
  • Efisiensi pemanfaatan belanja melalui peningkatan perluasan kemitraan
  • Mendukung terwujudnya pencapaian kinerja
  • Melaksanakan kegiatan regular untuk mendukung pencapaian kegiatan prioritas

Dalam rangka pemenuhan hak dasar masyarakat, arah kebijakan umum belanja Desa Tunggul diprioritaskan pada :

  1. Peningkatan kualitas kesalehan sosial kehidupan beragama
    • Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama melalui peningkatan kualitas pendidikan agama, kesadaran membayar zakat, wakaf, infaq, shodaqoh serta pengelolaan dan pengembangan fasilitas pada pelaksanaan ibadah.
    • Peningkatan kerukunan inter dan antar umat beragama melalui peningkatan upaya menjaga stabilitas sosial
  2. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan
  • Perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas
  • Pendidikan mutu dan relevansi pendidikan
  • Peningkatan kualitas lingkungan sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Pencegahan penyakit menular
  1. Penanggulangan kemiskinan dan memacu kewirausahaan
    • Melanjutkan dan menjalankan program Gerdu Taskin
    • Pengembangan potensi wilayah dan ekonomi pedesaan
    • Meningkatkan peran serta masyarakat maupun, dunia usaha, ormas dalam penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial secara terpadu dan kesinambungan
  2. Relativitas pertanian
    • Peningkatan efisiensi, produktivitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk pertanian dan perikanan
    • Peningkatan kemampuan petani dan pelaku pertanian serta penguatan lembaga pendukung serta normalisasi irigasi pertanian
  3. Pencepatan pembangunan infrastruktur
    • Melakukan konsevasi sumberdaya air
    • Pendayagunaan air baku untuk pemenuhan air irigasi dan kebutuhan air lainnya
    • Penataan kelembagaan dan penataan usaha
    • Penanganan seluruh ruas jalan dengan mengutamakan pemeliharaan rutin dan berkala
    • Mendorong peran serta aktif masyarakat untuk pembiayaan pembangunan prasarana jalan
  1. Pembiayaan

Arah dan kebijakan umum pembiayaan pada dasarnya merupakan bagian dari arah kebijakan umum APBDes sebagai bagian dari arah kebijakan umum APBDes maka arah yang diinginkan dan kebijakan yang disepakati dalam arah dan kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja desa.

Arah dan kebijakan umum pembiayaan adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan manajemen pembiayaan daerah pada akurasi, efisiensi, efektifitas dan profitabilitas
  2. Apabila APBDes dalam keadaan surplus, maka yang diambil adalah melakukan transfer persediaan kas penyertaan modal, atau sisa lebih perhitungan anggaran tahun berjalan
  3. Apabila APBDes dalam keadaan defisit maka kebijakan yang diambil adalah memanfaatkan anggaran yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu
    • Masalah dan Potensi
No M a s a l a h Potensi
01 Rusaknya beberapa kios di Pasar Desa. ü  Meningkatkan taraf perekonomian masyarakat
02 Kurang memadainya jalan menuju Masjid di wilayah Dusun sepanjang 200 meter ü  Swadaya Masyarakat berupa Uang.ü  Swadaya Masyarakat berupa Tenaga Gotong  Royong
03 Belum adanya gapura Desa ü  Swadaya Masyarakat berupa Uang.ü  Swadaya Masyarakat berupa Tenaga Gotong  Royong
04 Masih adanya jalan-jalan yang rusak di lingkungan Desa ü  Swadaya Masyarakat berupa Uang.ü  Swadaya Masyarakat berupa Tenaga Gotong  Royong
05 Kurangnya sarana bor air HIPPAM (Air tawar) ü  Swadaya Masyarakat berupa Uang.ü  Swadaya Masyarakat berupa Tenaga Gotong  Royong

ü  Adanya kelompok tani

06 Tidak adanya waduk penampungan air Desa ü  Swadaya masayrakat berupa uangü  Swadaya masyarakat belum tenaga gotong royong
07 Masih ada rumah warga yang di bawah standar kesehatan ü  Bantuan pemerintah
08 Masih ada fakir miskin yang membutuhkan santunan ü  Bantuan pemerintah
09 Masih ada warga yang membutuhkan penyuluhan kesehatan ü  Adanya bidan desa
10 Masih ada balita yang membutuhkan PMT (BGM) ü  Adanya bidan desa
11 Masih banyak warga yang membutuhkan pelatihan ü  Peluang kerja yang besar
12 Kurangnya bak sampah di lingkungan warga ü  Swadaya masayrakat berupa uang
13 Belum adanya ambulans desa untuk keadaan darurat warga ü  Bantuan pemerintah
14 Masih banyak anak sekolah terhambat biaya pendidikan ü  Bantuan pemerintah
15 Kurangnya tambahan modal Simpan Pinjam Bergulir ü  Banyaknya UKM
16 Tidak adanya Kelompok Usaha Bersama yang mengelola pemasaran produk unggulan Tunggul yaitu Jambu Air ü  Banyaknya masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pedagangü  Adanya pasar

 

Daftar Masalah Dan Potensi Dari Kalender Musim

No M a s a l a h P o t e n s i
01 Pada Musim Pancaroba :ü  Banyak Penyakit

ü  Pupuk  pertanian sulit dicari

ü  Seringnya gagal panen

ü  Puskesmasü  Kelompok Tani

ü  Kelompok Nelayan

ü  Luas lahan pertanian

ü  Irigasi Tersier

ü  Pemerintahan yg solid

02 Pada Musim Kemarau :

ü  Para petani kekurangan air

 

ü  Kelompok Taniü  Kelompok Nelayan

ü  Luas Lahan Pertanian

ü  Jumlah Penduduk yang padat

ü  Home Industri

ü  Pasar Desa

03 Pada Musim Penghujan :ü  Nelayan tidak berani melaut

ü  Saluran irigasi yang macet

ü  Gotong Royong Masyarakatü  Dua pabrik pengepakan hasil laut

 

Daftar Masalah dan Potensi dari Bagan Kelembagaan Desa

No Lembaga Masalah P o t e n s i
01 Pemerintahan Desa ü  Kesejahteraan Perangkat Kurang ü  Bengkokü  Pemerintahan yang solid
02

 

BPD

ü  Anggaran Operasional yang minim ü  Susunan Pengurus yang solid
03

 

LPM

ü  Anggaran Operasional yang minim ü  Susunan Pengurus yang solid
04

 

PKK ü  Anggaran Operasional yang minim ü  Susunan Pengurus yang solid
05

Karang Taruna

ü  Minimnya Dana Operasional ü  Adanya lahanü  SDM Anggota Karang Taruna yang tinggi

 

  • Program Pembangunan Desa

Program pembangunan Desa Tunggul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.

No Bidang / Jenis Kegiatan Lokasi
Bidang Jenis
1 2 3 4
1 Ekonomi Program rehabilitasi kios di Pasar Desa. Tunggul
2 Fisik Prasarana Program pembangunan jalan menuju Masjid di wilayah Dusun sepanjang 200 meter Tunggul
3 Pemerintahan dan Kemasyarakatan Program pembangunan gapura Desa Tunggul
4 Pemerintahan dan Kemasyarakatan Program rehabilitasi jalan-jalan yang rusak di lingkungan Desa 2 dusun Tunggul dan Genting
5 Fisik Prasarana Program pengadaan sarana bor air HIPPAM (Air tawar) 2 dusun Tunggul dan Genting
6 Ekonomi Program pembangunan waduk penampungan air Desa Tunggul
7 Pemerintahan dan Kemasyarakatan Program rehabilitasi rumah warga yang di bawah standar kesehatan 2 dusun Tunggul dan Genting
8 Pemerintahan dan Kemasyarakatan Program memberikan santunan bagi warga yang membutuhkan 2 dusun Tunggul dan Genting
9 Sosial Budaya Program penyuluhan kesehatan 2 dusun Tunggul dan Genting
10 Sosial Budaya Program PMT (BGM) 2 dusun Tunggul dan Genting
11 Pemerintahan dan Kemasyarakatan Program pelatihan/ketrampilan pada warga 2 dusun Tunggul dan Genting
12 Fisik Prasarana Program pengadaan bak sampah di lingkungan warga 2 dusun Tunggul dan Genting
13 Sosial Budaya Program pengadan ambulans desa untuk keadaan darurat warga Tunggul
14 Sosial Budaya Program menyukseskan pendidikan  12 tahun 2 dusun Tunggul dan Genting
15 Ekonomi Program penguatan modal Simpan Pinjam Bergulir 2 dusun Tunggul dan Genting
16 Ekonomi Program pembentukan Kelompok Usaha Bersama yang mengelola pemasaran produk unggulan Tunggul yaitu Jambu Air Tunggul

 

  • Strategi Pencapaian

Untuk mencapai serta merealisaikan program 5 (lima) besar sebagai skala prioritas pembangunan Desa Tunggul selama kurun waktu 5 (lima) tahun maka perlu dukungan semua elemen yang terkait serta perlu adanya kerja keras kita bersama yaitu Pemerintah desa dan masyarakat Desa Tunggul.

Adapun faktor kunci sebagai strategi untuk merealisasikan program tersebut adalah :

  1. Menciptakan aparatur pemerintahan desa yang kompeten, kredibel, inovatif dan mampu berperilaku sebagai pelayan masyarakat melalui peningkatan kapasitas SDM aparatur serta peningkatan pelayanan publik
  2. Peningkatan fungsi-fungsi kelembagaan di Desa Tunggul dengan menerapkan sistem akuntabilitas kinerja yang dilakuakan secara konsekuen
  3. Mengikutsertakan masyarakat dan dunia swasta untuk berperan aktif dalam pembangunan
  4. Membangun komitmen bersama antara eksekutif (pemdes) dan Legislatif (BPD) dalam merealisasikan setiap program yang ada
  5. Melakukan kerjasama yang energis antar pemerintah dengan struktur pemerintahan di atasnya maupun dengan desa-desa yang lain
  6. Memanfaatkan kemajuan teknologi tepat guna dalam mendukung penyelenggaraan pemerintah yang baik, serta memberikan layanan yang prima terhadap masyarakat.